X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

fenomena melihat hantu vs halusinasi

Ada orang-orang yang bisa melihat “sesuatu” yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang lainnya. Oleh dunia kedokteran barat, orang seperti ini dikatakan mengalami halusinasi, salah satu gejala schizophrenia. Sementara oleh dunia mistik kita, orang tersebut disebut punya “kelebihan”: bisa melihat yang hanya kasat mata hati. Mana yang benar?

Halusinasi, secara medis disebabkan adanya malfungsi protein tertentu di otak yang menyebabkan timbulnya persepsi sebagaimana ketika kita melihat suatu objek. Ini berbeda dengan ilusi yang biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, misalnya sebuah gambar yang menipu mata dan pikiran kita sehingga tampak seperti gambar yang lain.

Gambar Ilusi

Tapi apakah benar bahwa halusinasi itu benar-benar disebabkan sesuatu di dalam kepala dan bukannya dari faktor eksternal? Apakah tidak mungkin ada energi-energi tak tampak dari luar yang bisa mempengaruhi otak kita, sehingga kita merasa seperti melihat sesuatu? Seperti melihat hantu, misalnya. Bukankah adanya malfungsi protein tertentu di otak tidak meniadakan kemungkinan bahwa ada hal lain diluar itu yang jadi penyebabnya? Sebagaimana rasa panas di pantat nggak meniadakan kemungkinan bahwa kita lagi ngedudukin knalpot mobil (gimana coba caranya :p), meskipun bisa juga rasa panas itu karena ada kelainan di bagian otak tertentu. (Gimana nggak kelainan, lha wong knalpot mobil kok didudukin, kekekeke )

Sekarang ini gelombang energi (aura) dari setiap benda (bukan hanya mahluk hidup) sudah bisa dilihat secara visual dengan teknik fotografi tertentu. Artinya memang ada energi-energi lain yang belum sepenuhnya terjelaskan oleh sains. Yang murni scientific seperti dark matter (dark energy) saja belum benar-benar terjelaskan. Bukti empiris sudah ada, hanya penalaran sains yang belum sampai.

Kembali ke judul, apakah mungkin orang yang melihat setan itu sama persis dengan orang yang sedang berhalusinasi? Dua-dua nya sama-sama sulit dibuktikan oleh orang awam. Sama-sama hanya terjadi pada orang yang memiliki “kelebihan”, atau dengan kata lain “kerusakan” otak, tergantung dari mana kita memandangnya. Apa yang tampak juga sama, bisa menyeramkan, bisa biasa-biasa saja, tergantung latar belakang sosio-kultural dari orang yang mengalami. So, apa bedanya?

Jangan karena yang satu dilihat dari sudut medis sementara yang lain dari sudut klenis kedua hal itu jadi fenomena terpisah. Kebiasaan buruk kita adalah melihat sebuah perbedaan sebagai hal yang memisahkan. Padahal perbedaan hanyalah sesuatu yang BELUM bisa kita ambil benang merahnya.

Aku sendiri percaya, suatu saat nanti sains, mistik, dan teologi akan menemukan titik temu. Bukan dengan satu hal menjelaskan (mengalahkan) yang lain. Tapi entah bagaimana. Mungkin itu saatnya orang-orang menemukan surga.

ps. Kalau emang setan itu fenomena mistik murni yang nggak dipengaruhi persepsi-persepsi otak dan latar belakang sosio-kultural, tentunya penampakan rupa setan itu bakal sama dong baik di indonesia, arab, maupun bule sono, hehehe. Emang di bule ada sundel bolong :p Kekekekek ???

gambar sundel bolong

2 Responses to “fenomena melihat hantu vs halusinasi”

  1. kocu Says:

    great share, gw setuju banget di. Memang dilihat dari sisi manapun, orang yang dudukin knalpot mobil itu pasti ada kelainan :lol: hyak hyak…

    atu lagi di, [serius mode on] - seandainya yang dilihat itu bukan halusinasi, bisa juga kita berasumsi bahwa setan yang dilihat itulah yang terpengaruh oleh latar belakang sosio-kultural, bukan yg melihat :???: tanya kenapa…

  2. iRW Says:

    nice article … nanti saya baca lbh lanjut…. berikut post dg tema yg mirip.

    http://setanhantu.wordpress.com/2007/12/03/hantu-halusinasi-dan-pelepasan-adrenalinenergi/

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

*
To prove that you're not a bot, enter this code
Anti-Spam Image