X
T r a s h :: l o g BETA
{ Chen Hendrawan }
chenz v.A-01 chenz v.T23s chenz v.X0-KZ

Archive for August, 2007

drunken master

Thursday, August 16th, 2007

I think I’m drunk tonight. And I love her. I miss her already. And I really drunk. Too much. Too much music. And the drinks. And gurls.
I think I’m drunk tonight. Really. And I love her so
much. I’ll love her. Maybe. Maybe not. Maybe she love me too. She should be with me now. And wake me up in the dawn.
Or I’ll wake her in the afternoon and say “I love you. But you must go for your work now”. I think I’m really drunk. If not, its impossible to write this post.
Maybe I’ll delete this post someday. So shame.

Faaar away… nanana nanana faaar away…
far away nanananaaaaa nanaaa…

I think I really drunk tonight. And I love her so much.
I just wanna kiss. And a hug. Oh my dear.
Too much drink made me so irrational.
Or maybe because of your beauty???

Put your hands up in the air…
put your hands up in the air..

….

nyanyikan dengan irama RnB

hai nona
mari kita berdansa
uh.. uh..

hai nona
mari kita berdansa…
ahaa..

pertama melihatmu
dengan tank top warna merah jambu
hatiku jadi berjibaku
ingin segera u… uuuu…

saat kau gerai rambutmu
diriku makin tak menentu
ingin ku dekap tapi kau jauh
gemulai kau mengelak uuuuuuhhhh….

shake your body.. shake your body…
shake your body on the beat

setelah sekian lama kucari
akhirnya kini kutemui
gadis idaman hati
apapun kata orang ku tak peduliiii….

hai nona
mari kita berdansa
uh.. uh..

hai nona
mari kita berdansa…
ahaa..

bridge:

meskipun duniaku sedikit berbeda
namun kita tetap sama sebagai manusia
hatiku dan jiwamu bisa jadi satu
asalkan sluruh alam berkata…

setujuuuu….

hai nona
mari kita berdansa
uh.. uh..

hai nona
mari kita berdansa…
ahaa..

….

Disclaimer: This post can be deleted any time without notice.

fragmen - daun-daun gugur

Saturday, August 11th, 2007

Siang dengan daun-daun gugur. Taman kota seperti Central Park sebelum musim semi tiba. Aku memang belum pernah kesana, tapi begitulah yang aku tangkap dari buku dan layar kaca. Hanya saja di sini daun meranggas sepanjang tahun. Sepanjang usia. Jakarta terlalu panas, sesaknya membuat daun-daun itu mati sebelum saatnya.

Siang dengan daun-daun gugur. Pukul dua aku masih tak beranjak dari bangku ini. Sambil menjilati sisa ice cream, makan siangku. Hatiku masih panas, jakarta tak mau berdamai.

Sebetulnya mungkin lebih nyaman kalau aku menanggalkan blazer dan membiarkan kulitku dibakar siang. Tapi Jakarta tak bisa diam melihat perempuan ber-tank top di tengah taman. Mata-mata liar itu. Tak bisa membiarkan panas hatiku membakar daun-daun kering.

Sepanjang meeting pagi tadi, gelisahku bagai disulut bara. Kami, perempuan, seperti disahkan menjadi warga kelas dua. Buah dada lebih penting dari isi kepala. Setelah sekian tahun aku baru sadar bahwa company ini begitu picik: masih memberi harga pada lekuk-lekuk tubuh. Atau memang semua lelaki berpikiran seperti itu?

Aku bukan seorang feminis. Apapun definisinya. Belum.

Aku hanya gerah dengan cara berpikir laki-laki. Rasionalitas yang bullshit ketika dihadapkan dengan pinggul dan dada. Cara berpikir yang semena-mena menelanjangi tubuh kami. Tak penting apakah semua laki-laki demikian atau tidak. Sudah cukup orang-orang yang kupercaya, orang-orang yang kusandari selama ini, ternyata sama piciknya.

Pukul dua lima belas menit. Masih di tengah taman kota. Mencari tissue basah di saku blazer (untungnya sekarang ada kemasan sachet). Membersihkan sisa-sisa ice cream di bibir. Sial, Lancome lip gloss-ku ketinggalan di meja.

Dedaunan masih jatuh meski angin mati. Daun gugur karena panas jakarta, sesaknya membuat mereka mati sebelum saatnya. Sesak yang juga menghimpit kami. Aku ingin lepas. Tak mau seperti daun-daun gugur itu.

Aku bukan feminis. Belum. Aku tak mau frontal. Barangkali dengan mencoba mengerti jalan pikiran laki-laki akan kutemukan jawabnya. Mengapa tidak? Bisa saja kucoba, berpikir dan bertindak seperti lelaki. Memperlakukan orang dengan cara mereka. Memperlakukan laki-laki sebagaimana sikap mereka terhadap perempuan. Mengapa tidak? Aku bisa mencoba, membebaskan pikiranku untuk semena-mena menelanjangi kebusukan mereka, melecehkan ego.

Hatiku makin panas. Jakarta tak mau berdamai.

dikunjungi dewa seks

Wednesday, August 8th, 2007

Hari ini aku merasa agak-agak gimanaaa.. gitu. Beberapa kejadian asik terjadi:

Pertama, ada sms gelap yang ngajak kenalan. Setelah ditelusuri, ternyata dia cewe cakep. Entah dapet nomerku dari mana. Sepertinya sih ada kenalan yang ngasih nomerku ke dia (sambil agak-agak promosi sepertinya :D )

Kedua, kenalan sama cewe seksi di bis kota. Dia tinggal deket citos, kebetulan aku lagi mau berenang di sana. Cewe seksi pakai tato di punggung dan di atas pantat. Hmmm..

Ketiga, dapet salam dari waitress Score! Habis berenang aku makan di Score. Tiba-tiba salah seorang waitress dateng bisik-bisik, katanya, aku dapet salam dari temennya yang rambut panjang, seksi pula… Uhhh….

Belum berakhir, yang keempat, tiba-tiba dapet sms dari kencan lamaku yang baru pulang dari jalan-jalan ke luar negeri. Hmmm… mau apa dia ya :D

Sepertinya seisi dunia berkonspirasi untuk bikin aku keenakan kegeeran. Huh. Let see what will happen next.