<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: bagaimana saya memaknai lebaran, dulu</title>
	<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/</link>
	<description>{ Chen Hendrawan }</description>
	<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 19:20:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>

	<item>
		<title>by: Me 2 You..</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1865</link>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 04:56:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1865</guid>
					<description>Memang,,Ramadhan adalah bulan yang paling spesial..Dimana dalam bulan tersebut  dosa manusia diampuni, setan-setan dibelenggu, dan Rahmat yang berlimpah dari Allah SWT..
Tetapi bersedih dengan berfikir bahwa kita tak bisa mendapatkan pengampunan dosa, takut akan rahmatNya yang berkurang, takut akan setan-setan bergentayangan.. :D hmm....gimana yah..aQ yakin Allah Maha Pemurah, Penyayang dan Pemberi Maaf.. Ga hanya bulan di Ramadhan kita meminta ampun dari segala Dosa..Setiap hari bisa..Dan klo memang kita benar2 bertaubat, Insya Allah pintu maaf kan terbuka..Allah Maha Besar...dan tau apa yang kita pikirin..
commentQu ini ga bermaksud apa2 ya sayaang,,, :D
ini cuma Pemikiran aQ ajah,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang,,Ramadhan adalah bulan yang paling spesial..Dimana dalam bulan tersebut  dosa manusia diampuni, setan-setan dibelenggu, dan Rahmat yang berlimpah dari Allah SWT..<br />
Tetapi bersedih dengan berfikir bahwa kita tak bisa mendapatkan pengampunan dosa, takut akan rahmatNya yang berkurang, takut akan setan-setan bergentayangan.. <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hmm&#8230;.gimana yah..aQ yakin Allah Maha Pemurah, Penyayang dan Pemberi Maaf.. Ga hanya bulan di Ramadhan kita meminta ampun dari segala Dosa..Setiap hari bisa..Dan klo memang kita benar2 bertaubat, Insya Allah pintu maaf kan terbuka..Allah Maha Besar&#8230;dan tau apa yang kita pikirin..<br />
commentQu ini ga bermaksud apa2 ya sayaang,,, <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
ini cuma Pemikiran aQ ajah,,,
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Me 2 You..</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1864</link>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 02:52:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1864</guid>
					<description>:) MenurutQu..

Bergembira menyambut lebaran dengan mengumandangkan Takbir menyebut Asma Allah merupakan salah satu cara mengungkapkan rasa syukur padaNya karna masih diberi kesempatan bertemu dengan hari yang Fitri.. 
Hari dimana manusia saling memaafkan..dimana di hari itu mungkin adalah hari silaturahmi dengan seluruh keluarga besar, yang dimana di hari-hari lain belum tentu semua keluarga dapat/mau berkumpul.. :D  karna hubungan kita tidak hanya pada Allah tetapi pada manusia, Allah maha Pengasih dan Pemberi Maaf, sedangkan manusia???dengan segala Ego dan Nafsunya, belum tentu ikhlas memaafkan jangankan memaafkan minta maafpun kadang sungkan..Lebaran merupakan moment PAS untuk memperbaiki hubungan dan membesihkan hati.. :)
Bersyukur dengan terus menggemakan Takbir karna kita ga tau batas umur kita sampai dimana, mungkin kita ga kan pernah bertemu dengan Lebaran ditahun depan nanti dan bertemu dengan orang2 yang kita ga tau sadar atau tidak pernah berbuat salah,Who Knows...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:) MenurutQu..</p>
<p>Bergembira menyambut lebaran dengan mengumandangkan Takbir menyebut Asma Allah merupakan salah satu cara mengungkapkan rasa syukur padaNya karna masih diberi kesempatan bertemu dengan hari yang Fitri..<br />
Hari dimana manusia saling memaafkan..dimana di hari itu mungkin adalah hari silaturahmi dengan seluruh keluarga besar, yang dimana di hari-hari lain belum tentu semua keluarga dapat/mau berkumpul.. <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   karna hubungan kita tidak hanya pada Allah tetapi pada manusia, Allah maha Pengasih dan Pemberi Maaf, sedangkan manusia???dengan segala Ego dan Nafsunya, belum tentu ikhlas memaafkan jangankan memaafkan minta maafpun kadang sungkan..Lebaran merupakan moment PAS untuk memperbaiki hubungan dan membesihkan hati.. <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Bersyukur dengan terus menggemakan Takbir karna kita ga tau batas umur kita sampai dimana, mungkin kita ga kan pernah bertemu dengan Lebaran ditahun depan nanti dan bertemu dengan orang2 yang kita ga tau sadar atau tidak pernah berbuat salah,Who Knows&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: deeana</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1748</link>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 15:27:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1748</guid>
					<description>Chenz ...

Makna lebaran setiap orang berbeda-beda. Bagi sebagian besar orang yang mengerti lebaran dimaknai sebagai kembali ke fitrah, kembali bersih. Karena itu dinamai Hari Raya Idul Fitri. Bersih dari segala kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dan kita kembali menjadi manusia yang baru. Dimana sebelumnya kita diuji terlebih dahulu di bulan Ramadhan yaitu dengan berpuasa dan memperbanyak ibadah. Karena itu sebelum berpuasa dan di hari Lebaran biasanya kita saling bermaafan untuk menghapus kesalahan kita. Sehingga bagi  orang yang merasa lulus dalam ujian di bulan Ramadhan mereka gembira menyambut Lebaran karena mereka merasa kembali bersih. Mereka merayakan kemenangan berhasil lulus dalam ujian yang diberikan oleh Allah YME. 

Jangan serius baca na  :-) 
Itu hanya pendapatku lho ...  :-D
Semoga bermanfaat ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Chenz &#8230;</p>
<p>Makna lebaran setiap orang berbeda-beda. Bagi sebagian besar orang yang mengerti lebaran dimaknai sebagai kembali ke fitrah, kembali bersih. Karena itu dinamai Hari Raya Idul Fitri. Bersih dari segala kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dan kita kembali menjadi manusia yang baru. Dimana sebelumnya kita diuji terlebih dahulu di bulan Ramadhan yaitu dengan berpuasa dan memperbanyak ibadah. Karena itu sebelum berpuasa dan di hari Lebaran biasanya kita saling bermaafan untuk menghapus kesalahan kita. Sehingga bagi  orang yang merasa lulus dalam ujian di bulan Ramadhan mereka gembira menyambut Lebaran karena mereka merasa kembali bersih. Mereka merayakan kemenangan berhasil lulus dalam ujian yang diberikan oleh Allah YME. </p>
<p>Jangan serius baca na  <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Itu hanya pendapatku lho &#8230;  <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
Semoga bermanfaat &#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mimbar saputro</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1747</link>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 00:41:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1747</guid>
					<description>Hello mas Chen. Terimakasih atas komentarnya. Soal website kurang dikomentari, berarti isinya kurang membuat "greget" pembacanya sehingga saya harus bekerja lebih keras lagi menulis dan menulis. Hehehe. Saya sendiri merasa kok kalau sudah membaca blog seseorang lalu bingung ingin memberi komentar. Akhirnya keluar tanpa menulis. Pembuat komentar adalah talenta seseorang saya pikir. Tidak semua orang bisa. Sama dengan saat kuliah dahulu, ada murid berbakat bertanya dan banyak yang berbakat "pembaca yang pendiam." Salam dan terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hello mas Chen. Terimakasih atas komentarnya. Soal website kurang dikomentari, berarti isinya kurang membuat &#8220;greget&#8221; pembacanya sehingga saya harus bekerja lebih keras lagi menulis dan menulis. Hehehe. Saya sendiri merasa kok kalau sudah membaca blog seseorang lalu bingung ingin memberi komentar. Akhirnya keluar tanpa menulis. Pembuat komentar adalah talenta seseorang saya pikir. Tidak semua orang bisa. Sama dengan saat kuliah dahulu, ada murid berbakat bertanya dan banyak yang berbakat &#8220;pembaca yang pendiam.&#8221; Salam dan terimakasih.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: oktaendy</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1745</link>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2007 03:22:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1745</guid>
					<description>sebuah pemikiran yang bijaksana, tapi sangat sulit untuk mengubah sebuah tradisi, ketika warna warni yang gemerlap menjadi lambang kemeriahan dan ketika kemeriahan diidentikan dengan rasa syukur. Dihampir semua tradisi yang melibatkan manusia selalu ada unsur yang demikian, let's say natal, tahun baru, imlek sekalipun. aku pribadi lebih menyukai syukur dalam hening, tiada hingar bingar, sujud syukur atas karunia-NYA, Salut buat pemikiran-mu, sepertinya aku harus belajar banyak dari seorang CHEN :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah pemikiran yang bijaksana, tapi sangat sulit untuk mengubah sebuah tradisi, ketika warna warni yang gemerlap menjadi lambang kemeriahan dan ketika kemeriahan diidentikan dengan rasa syukur. Dihampir semua tradisi yang melibatkan manusia selalu ada unsur yang demikian, let&#8217;s say natal, tahun baru, imlek sekalipun. aku pribadi lebih menyukai syukur dalam hening, tiada hingar bingar, sujud syukur atas karunia-NYA, Salut buat pemikiran-mu, sepertinya aku harus belajar banyak dari seorang CHEN <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ronsen</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1744</link>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 10:31:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1744</guid>
					<description>banyaknya agama memberi kebaikan kita semua dengan banyaknya liburan :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>banyaknya agama memberi kebaikan kita semua dengan banyaknya liburan <img src='http://chenz.info/blog/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kocu</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1741</link>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2007 09:53:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1741</guid>
					<description>bingung... kalo baca posting yg ini rasanya pengen komen... tapi bingung mau nulis apa... kemaren aja gw baca postingnya pagi baru jadi submit comment malem. Tapi rasanya belum puas... tapi mau nambah lagi bingung lagi... ya gini deh jadinya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bingung&#8230; kalo baca posting yg ini rasanya pengen komen&#8230; tapi bingung mau nulis apa&#8230; kemaren aja gw baca postingnya pagi baru jadi submit comment malem. Tapi rasanya belum puas&#8230; tapi mau nambah lagi bingung lagi&#8230; ya gini deh jadinya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kocu</title>
		<link>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1739</link>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 12:33:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://chenz.info/2007/10/bagaimana-saya-memaknai-lebaran-dulu/#comment-1739</guid>
					<description>alow chen... izinkan gw ikut menangis (i mean it)

bener2 deh, hasil pemikiran si chen ini selalu bisa bikin gw takjub. Kadang sambil senyum, kadang sambil bengong, tapi sekarang bahkan bisa sampe tersentuh.

bless u bro...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alow chen&#8230; izinkan gw ikut menangis (i mean it)</p>
<p>bener2 deh, hasil pemikiran si chen ini selalu bisa bikin gw takjub. Kadang sambil senyum, kadang sambil bengong, tapi sekarang bahkan bisa sampe tersentuh.</p>
<p>bless u bro&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
